Cara Menyikapi Vaksinasi Covid

Di sisi lain, hak publik secara umum untuk mendapatkan keamanan dari penularan penyakit seakan mematikan hak individu untuk menolak intervensi medis. Dalam beberapa kesempatan, pengadilan bahkan harus memerintahkan melakukan vaksinasi kepada sekelompok orang yang tidak mau divaksinasi atas nama keamanan dan kesehatan lingkungan. Program vaksinasi di suatu negara selalu menulai pro dan kontra bahkan dapat dipolitisasi.

Pada vaksin aman dan efektif misalnya, menurut Dicky, tingkat kemanjuran atau efikasi paling tidak di atas ninety persen. Semakin tinggi efikasi, lanjutnya, tingkat keberhasilan vaksinasi virus korona jauh lebih besar. Sedangkan Kabupaten Bekasi mengusulkan 2,33 juta warganya untuk menerima vaksin Covid-19.

Vaksin dapat menangani Covid

Berdasarkan jadwal yang diindikasikan oleh produsen, durasi proses pengembangan hingga produksi yang akan dilakukan bisa jadi merepresentasikan lompatan keilmuan dan manufaktur yang tercepat dalam sejarah. Data survei Kemenkes menunjukkan, terdapat sixty four,eight persen responden yang bersedia melakukan vaksinasi Covid-19. Tidak berhenti di sana, melalui media sosial, masyarakat masih banyak yang menampilkan respon antusias menanti vaksinasi.

“Kami menyambut baik upaya-upaya pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19, termasuk rencana untuk menghadirkan vaksin Covid-19 yang aman di Indonesia. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan harapan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat sehingga dapat kembali beraktivitas dengan lebih optimal,” terangnya. Peserta vaksinasi akan diminta menunggu 30 menit di pos vaksinasi setelah divaksin. Apabila dalam waktu tersebut mengalami gejala efek samping vaksin, maka segera lapor kepada petugas di pos vaksinasi setempat untuk mendapat penanganan. Berdasarkan pengalaman Dean, salah seorang yang merasakan KIPI, dokter penanganan KIPI dinilainya masih bingung melarikan pasien yang tidak bisa datang ke faskes rujukan program vaksinasi corona. Neni menilai program vaksinasi yang diharapkan mulai berjalan pada 2021 memerlukan dukungan masyarakat.

Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D, menyampaikan “Meskipun dalam masa pandemi, peneliti UI turut aktif dalam melakukan riset dan pengembangan produk dari berbagai disiplin ilmu. UI telah melakukan banyak inovasi bagi pemerintah dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19, salah satunya adalah pengembangan vaksin DNA dan mRNA. Webinar ini merupakan kontribusi UI dengan tujuan vaksin ini dapat bermanfaat bagi Indonesia. Saat ini vaksin adalah salah satu harapan terbesar masyarakat Indonesia untuk perbaikan kesehatan dan ekonomi. Menurut Romer, model pertumbuhan Endogenous, salah satu modal terbesar ekonomi adalahhuman capital, danhuman capitalmemiliki fungsi memperbaiki kesehatan.

Pastikan juga penanganan dan daya tampung rumah sakit dalam menangani COVID-19 benar-benar berjalan sebagaimana mestinya. Muhammadiyah siap untuk terus bergerak dan bekerja sama secara serius dan tersistem. Menurut Budi, pendekatan pencegahan COVID-19 tidak cukup hanya dengan program, tapi juga harus diikuti dengan gerakan. Apalagi, Persyarikatan memang memiliki konsen yang tinggi terhadap kesehatan masyarakat. “Sebenarnya saat pendaftaran saya adalah orang pertama yang rencananya akan disuntik vaksin , namun ternyata kadar tensi darah saya tidak begitu bagus sehingga saya benar-benar harus beristirahat sejenak.

Tentu keputusan negara mau memberikan vaksin dilandasi dengan hubungan baik dan Indonesia harus bergerak cepat untuk itu. Sebelum mengeluarkan izin itu, BPOM harus melengkapi hasil uji klinis yang dilakukan di negara lain. Dalam beberapa hari ke depan, BPOM diperkirakan akan mendapatkan hasil itu dari penelitian atau uji klinis vaksin Sinovac yang dilakukan di Brasil, uji klinis tahap pertama dan kedua dari Sinovac di Cina, dan laporan hasil uji klinis yang dilakukan di Bandung.

Bagaimanapun juga, separah apa pun polemiknya, Indonesia harus bangkit dari pandemi. Pasalnya, saat artikel ini ditulis sudah lebih dari 700 ribu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mau tidak mau, Indonesia harus berpikir bagaimana cara terbaik untuk bisa mengembalikan siklus ekonomi, kehidupan, kesehatan, dan keamanan seperti sedia kala. Tidak hanya itu, ketatnya protokol kesehatan di tengah tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup kian mencekik banyak kalangan. Hal ini kian diperparah dengan labilnya pemerintah dalam menjalankan kebijakan pembatasan sosial. Hingga puncaknya, baru-baru ini, masyarakat dikecewakan dengan kasus korupsi bantuan sosial oleh oknum pemerintah.

Myrio